Ayatul Kursi..


ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَىُّ ٱلۡقَيُّومُ‌ۚ لَا تَأۡخُذُهُ ۥ سِنَةٌ۬ وَلَا نَوۡمٌ۬‌ۚ لَّهُ ۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلۡأَرۡضِ‌ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشۡفَعُ عِندَهُ ۥۤ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦ‌ۚ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡ‌ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىۡءٍ۬ مِّنۡ عِلۡمِهِۦۤ إِلَّا بِمَا شَآءَ‌ۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ ٱلسَّمَـوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ‌ۖ وَلَا يَـُٔودُهُ ۥ حِفۡظُهُمَا‌ۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِىُّ ٱلۡعَظِيمُ

Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya mentadbirkan (sekalian makhlukNya). Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisiNya melainkan dengan izinNya. Yang Mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya). Luasnya Kursi Allah (ilmuNya dan kekuasaanNya) meliputi langit dan bumi dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dialah Yang Maha Tinggi (darjat kemuliaanNya), lagi Maha Besar (kekuasaanNya) - al-Baqarah: Ayat 255

Search This Blog

Sunday, December 30, 2012

Kau dipaksa, aku terpaksa... Salah siapa...?

Assalamualaikum...

Kau dipaksa, aku terpaksa... Salah siapa...?

Hati siapakah mampu, menahan rasa terkilan...
Setelah percintaan dihujani halangan...
Sia-sialah aku, berkorban selama ini...
Andai dirimu tak mampu aku miliki...

Pernah juaku terluka, dihiris belati tajam...
Walaupun rasa pedih, masih mampuku menahan...
Tapi kini aku luka, erti luka perasaan...
Walaupun tak berdarah, bisa buat aku gundah...

Kutahu cintamu amat kuat untuk diri ini namun tak memberi erti...
Jurang pemisah di antara kita makin hampir ketara...

Hina sangatkah aku pada pandangan keluargamu...
Hingga sewenang tohmahan dilemparkan...
Engkau hanya bisu melihat aku...
Yang bermatian seorang menepis hinaan...

Oh kasih...
Andai ini kesudahan...
Impianku tiada lagi walau kita saling sayang...
Terpaksa ku undur diri agar tiada pihak terluka kerna kita...

Hina sangatkah aku pada pandangan keluargamu...
Hingga sewenang tohmahan dilemparkan...
Engkau hanya bisu melihat aku...
Yang bermatian seorang menepis hinaan...

Oh kasih...
Andai ini kesudahan...
Impianku tiada lagi walau kita saling sayang...
Terpaksa ku undur diri agar tiada pihak terluka kerna kita...

Kau dipaksa lupakan aku, dengan rela kau menurut...
Ku terpaksa lepaskanmu walau sayangku bertaut...





Okay, itu bab lirik lagu...
Yang ni lak bab salah ejaan ataupun typo...
Kat mana-manapun boleh jumpa typo error ni, ya tak..?
Termasuk la masa layan lagu ni tadi haa...
Tiba-tiba je terpandang ejaan yang salah tu...
Maklum la, mata ni entah macam mana boleh jadi terang pulak padahal punya la mengantuk... ehehh...

Sejak bila ejaan KLICK jadi KILCK...???
Dan sejak bila ejaan CLICK jadi KLICK...???
Kalau nak di-Melayu-kan, selalunya dieja sebagai KLIK...
Tak gitu..??
Salah siapa...??




p/s: Jawapan yang selalu kita dapat bila menegur kesalahan atau kesilapan ialah: Biasa la tu... Mana ada yang sempurna... Kadang-kadang akupun jawab macam tu jugak.. ehehh...

Renungan bersama...

Firman Allah s.w.t yang bermaksud:

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki mahupun wanita, sebahagian daripada mereka adalah penolong dari sebahagian yang lain. Mereka menyuruh amal ma'aruf (kebajikan), mencegah kemungkaran, menegakkan sembahyang, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah berserta RasulNya, nescaya Allah melimpahkan rahmat kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Bijaksana."- (At-Taubah: Ayat 71)